Kamis, 06 Maret 2025

Pengalaman Belajar di HSI Abdullah Roy

Berawal dari keisengan mencari-cari sarana untuk belajar agama Islam secara online di internet. Tapi, sebenarnya bukan iseng sih, soalnya tiba-tiba muncul ide yang entah dari mana untuk belajar, belajar Islam dari dasar, tetapi pengennya yang bisa dilaksanakan diwaktu luang. Setelah beberapa waktu, tiba-tiba, di beranda Instagram muncul sebuah postingan dari sebuah akun bernama @hsi.abdullahroy—yang dari postingan yang muncul, sepertinya mereka sedang mengadakan pembukaan angkatan baru untuk program belajar mereka. Sebenarnya juga muncul akun instagram lainnya dengan jenis serupa, yaitu @mahad.bimbinganislam, yang juga membuka pendaftaran untuk santri baru. Sepertinya sosial media yang satu ini seolah bisa mendengar dan membaca pikiran sang pemilik akun, padahal saya sama sekali tidak ngefollow kedua akun tersebut. Dan baru-baru ini juga muncul akun instagram lainnya yang juga menawarkan program belajar tentang Islam juga yakni @akademianb.

Setelah nge-stalk masing-masing akun, perbedaan terbesar dari keduanya adalah, @hsi.abdullahroy adalah sarana belajar tanpa biaya alias gratis, sementara pada  @mahad.bimbinganislam dan @akademianb dikenakan biaya untuk mengikuti program belajar. Tentunya pasti ada perbedaan antara yang gratis dengan yang berbayar, tetapi saya tidak bisa mengatakan perbedaannya dari segi materi dan cara belajar, karena saya tidak mengikuti secara lanjut untuk @mahad.bimbinganislam dan @akademianb. Karena saya memilih untuk mendaftar di @hsi.abdullahroy. Selain karena gratis, bukan berarti nggak mau ambil ditempat yang bayar, karena ini kali pertama mencoba untuk belajar secara online, mungkin bisa dicoba dari yang versi gratisnya dulu. Karena sayang sekali takut tidak istiqomah jika ambil yang versi berbayar. Namun bukan berarti walaupun ikut yang gratis, bisa bebas santai santai, engga, untuk alasannya nanti dijelaskan dibawah^^ Ngomong-ngomong, ketiga akun tersebut memiliki persamaan, yakni memiliki program belajar yang isi materinya insyaaAllah sudah sesuai Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih. Kalau saya pribadi, ya memang mencari yang seperti ini. Karena ternyata, banyak hal-hal yang kita lakukan semenjak kecil, terutama ibadah-ibadah, atau suatu perbuatan, yang ternyata nggak ada tuntunannya. Lebih aman melakukan sesuatu yang udah ada tuntunannya aja gak sih. Makanya sekarang lagi mencoba belajar lagi dan mencari tahu, hingga sampai saat inipun masih dalam tahap belajar. Belajar adalah aktivitas normal sebagai manusia. Tidak boleh merasa lebih baik dari orang lain saat sudah mengetahui sesuatu. Kita semua adalah orang-orang awam yang 'miskin' ilmu dan tetap harus belajar. Dan juga, kita juga makhluk yang pelupa. Terkadang bisa saja apa yang sudah dipelajari, kalau tidak di ulang-ulang kembali, tentu saja akan lupa. Contoh makhluk pelupanya siapa? Saya.

Okay, kembali ke topik awal, pertama, tentunya saya akan memberitahu apa itu HSI AbdullahRoy. Dikutip dari website HSI AbdullahRoy, HSI AbdullahRoy adalah singkatan dari: Halaqah Silsilah Ilmiyah AbdullahRoy.

Halaqah artinya adalah edisi.

Silsilah adalah rantai.

Ilmiyah, bersifat ilmiyah.

HSI AbdullahRoy merupakan salah satu program belajar aqidah islam sesuai Al Qur'an dan sunnah Rasulullah berdasar pemahaman para sahabat. Pembelajaran disini disampaikan secara berantai dan berurutan dalam beberapa edisi.

Pemateri dan Pembina HSI AbdullahRoy adalah Ustadz Dr. Abdullah Roy M.A., hafizhahullahu ta’ala.

Kembali saya kutip dari website tersebut, Ustadz AbdullahRoy adalah seorang Doktor jurusan Aqidah lulusan Universitas Islam Madinah. Beliau pernah menjadi Pengajar Tetap kajian berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah pada periode 1434 - 1438H (2013 - 2017M). 

Saya baru mulai mengikuti program belajar di HSI ini pada pertengahan tahun 2024 tepatnya di bulan Agustus tanggal 5. Periode pendaftarannya yakni dibulan Juli 2024. Proses pendaftarannya sangat mudah, para calon santri mendaftar pada waktu yang sudah ditetapkan, pendaftaran dilakukan di website https://daftar.hsi.id/ 

Karena saya masih bisa dibilang merupakan angkatan baru, pengetahuan saya tentang kegiatan belajar ini juga masih minim dan saya juga berangsur-angsur untuk mencari tahu. Seperti misalnya kapan kegiatan ini dimulai, sejak tahun berapa? Setelah saya cari tahu, ternyata kegiatan ini sudah dimulai sejak tahun 2013. Sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu, dan saya baru mengetahui kegiatan belajar ini pada tahun 2024. Dan tahu ngga apa yang bikin saya agak tercengang? Yakni, sejak program belajar HSI ini didirikan yakni di angkatan pertama tahun 2013, sampai saat ini angkatan tersebut masih menjadi santri aktif di HSI AbdullahRoy ini. Saya melihatnya ini seperti 'belajar sedikit-sedikit tetapi dilakukan secara terus menerus', masyaaAllah.

Balik lagi ke pembahasan awal~ 

Setelah para calon santri mendaftar, apabila sudah terpenuhi kuota untuk Ikhwan dan Akhwat, maka kita akan menunggu sekitar beberapa minggu untuk dimasukkan kedalam grup Whatsapp. Kalau untuk angkatanku sekarang, grup di Whatsapp sudah dipindahkan ke Telegram. Karena beberapa kali grup angkatan kami ditutup secara tiba-tiba oleh Whatsapp. Sebenarnya lebih suka via Whatsapp karena lebih terpantau, kalau di Telegram agak kurang terpantau karena jarang dibuka. Namun akhir-akhir ini, mau tidak mau harus lebih sering membuka Telegram agar tidak ketinggalan informasi mengenai pembelajaran. 

Baiklah, saat kamu mendapatkan chat dari adminnya bahwa kamu sudah diterima sebagai santri HSI dan bisa memulai pembelajaran, untuk awal pertama, kamu akan diberikan semacam Nomor Induk dan juga password yang nantinya bisa diubah sendiri passwordnya. Kita bisa login di web https://edu.hsi.id atau di aplikasi HSI AbdullahRoy yang bisa di download di Playstore. 

Untuk Ikhwan, Nomor Induk akan berawalan dengan 'ARN' kemudian diikuti dengan angka angkatan berapa, lalu diikuti dengan kode nomor lainnya yg sudah ditetapkan oleh adminnya. Untuk Akhwat juga sama, perbedaannya hanya di bagian awalnya, untuk Akhwat diberi kode 'ART'.  Arti pengkodean dari 'ARN' adalah 'Abdullah Roy—Ikhwan', dan 'ART' adalah 'Abdullah Roy—Akhwat'

 


Di grup Whatsapp/Telegram, kamu akan dibimbing oleh Musyrif/Musyrifah yang akan membimbing dan memberikan informasi sejelas-jelasnya dan mereka akan selalu mengingatkan para santri untuk murajaah materi dan mengerjakan soal-soal. 

Yap, benar. Selain materi, akan ada soal-soal yang akan diberikan untuk menguji pemahaman kita pada satu halaqah. Materi setiap halaqah ini disajikan dalam bentuk rekaman suara dari Ustadz Abdullah Roy. Durasinya antara dua hingga lima menit. Tetapi sepertinya ini hanya untuk halaqah-halaqah awal saja, karena untuk Silsilah dan halaqah-halaqah level selanjutnya, materi yang disajikan akan lebih panjang.



Kalau untuk materi awal yakni 'Pengagungan Terhadap Ilmu', yang merupakan materi pertama yang akan diberikan pada santri baru HSI, kalau yang saya alami dahulu, materi tersebut akan di share di grup Whatsapp pada jam 5 pagi dan soal-soal baru bisa dikerjakan pada jam 2 siang, batas pengerjaan soal adalah 1×24 jam sejak soal tersebut dibuka. Berarti waktu pengerjaan soal akan ditutup pada jam 2 siang dihari berikutnya. 

Namun, semenjak ada pembaharuan, materi-materi tidak lagi disajikan melalui grup. Melainkan disajikan di web atau di app saja. Materi terbaru akan terbuka secara otomatis pada jam 00.00 dini hari setiap harinya. Dan soal-soal akan dibuka pada waktu yang telah ditentukan, kalau untuk yang saya ikuti sampai saat ini, soal masih tetap dibuka pada jam 2 siang. Di website, ataupun aplikasi, disediakan semacam kolom untuk mencatat materi. Jadi, sambil mendengarkan, kita juga bisa langsung mencatatnya. Ini agak mempermudah bagi yang kebetulan tidak membawa buku catatan. Kalau saya pribadi, lebih suka mencatat di website, kemudian memindahkannya ke word, dan mencetaknya untuk dibaca. Namun sebenarnya, lebih baik dicatat dibuku sih :")

Kalau disilsilah yang saya ikuti saat ini, durasi pengerjaan soalnya adalah 2 menit untuk 1 soal.  Setelah mengerjakan soal, kita diwajibkan untuk menekan tombol 'kirim' agar jawaban kita tersubmit. Jangan lupa untuk mendownload pdf hasil jawaban kita, ya. Ini selalu disarankan oleh para Musyrif/Musyrifah agar jika ada kesalahan pemeriksaan jawaban oleh sistem, yang seharusnya benar tetapi terdeteksi salah, kita bisa melapor ke Musyrif/Musyrifah. Tetapi selama saya mengikuti pembelajaran dan mengerjakan soal, saya belum pernah mengalami hal seperti ini (sistem salah mengoreksi soal). 

Untuk evaluasi, di HSI ada 3 jenis evaluasi. Yang pertama adalah Evaluasi Harian, yakni evaluasi yang dibuka setiap hari setelah mempelajari satu halaqah. Kemudian ada Evaluasi Pekanan, yakni evaluasi yang dibuka saat akhir pekan, yakni pada hari sabtu, untuk menguji pemahaman dari halaqah yang sudah diberikan selama satu minggu. Kemudian ada Evaluasi Akhir, yakni evaluasi yang diberikan untuk menguji pemahaman dari seluruh halaqah yang telah diberikan yang sudah kita pelajari pada satu silsilah. Semua soal disini disajikan dalam pilihan ganda. Tidak ada essay.



Biasanya, dalam 1 minggu ada 5 halaqah. Dan Evaluasi Akhir akan dilakukan setelah selesai 25 halaqah. Jadinya, kita akan belajar selama 4 minggu. Sebelum Evaluasi Akhir, biasanya ada jeda 2 hari, sehingga bisa digunakan untuk murajaah materi yang akan diujikan. Evaluasi akhir biasanya berlangsung selama 4 hari. Maksudnya, kita bisa memilih diantara 4 hari tersebut, hari yang sekiranya kita benar-benar punya waktu luang, yang penting tidak lewat dari batas waktu 4 hari yang telah ditentukan. 

Di HSI ada sistem nilai dan peringkat untuk santri yang sudah mengerjakan soal. Sistem ini sepertinya dibuat agar para santri termotivasi untuk selalu mendengar, membaca dan memahami materi dengan baik. Apabila soal dijawab dengan benar dan cepat, maka bisa saja menduduki peringkat atas. Pada awal awal mengikuti pembelajaran, saya sangat bersemangat untuk mengerjakan soal dengan cepat. Semakin termotivasi saat beberapa kali berada di peringkat atas. Namun, akhirnya ada saat saat saya salah dalam memilih jawaban karena saya ingin buru-buru menyelesaikannya, yang pada akhirnya membuat peringkat saya berada dibawah-bawah. Jangan ditiru hal ini, ya :") Peringkat ini diperbaharuhi setiap saat. Jadi, saat kita selesai mengerjakan soal pada setiap jenis evaluasi, kita bisa langsung melihat kita berada diperingkat berapa. Karena jawaban akan secara otomatis diperiksa oleh sistem. Kunci jawaban akan ditampilkan setelah evaluasi selesai, ini agar kita tidak penasaran jawaban kita salahnya dimana.

Kemudian saya menyadari, bahwa sebenarnya, peringkat ini adalah bonus. Yang paling penting sebenarnya adalah pemahaman terhadap materi, dan jika paham akan materinya, insyaaAllah mampu memahami maksud soal. Yang penting adalah kita bisa menjawab soal-soal tersebut dengan benar tetapi jangan sampai kehabisan waktu. Tetapi terkadang, saya menemui beberapa soal yang rasanya ada dua jawaban yang benar. Saya beberapa kali salah disini. Saya juga pernah keliru membaca soal, yang rupanya ada kata 'kecuali' diakhir soal. Sehingga jawaban yang saya pilih ternyata salah. Dan, saya juga pernah terlupa untuk mengerjakan evaluasi harian karena pernah menunda-nunda untuk mengerjakannya. Setelah saat itu, saya berusaha agar tidak terjadi hal yang seperti ini lagi, karena sayang sekali rasanya. Untuk akhir-akhir ini, saya tidak lagi mengejar peringkat dengan cara cepat-cepatan membaca soal kemudian memilih jawaban, kini saya lebih memilih untuk biasa saja dalam membaca soal, membacanya baik-baik, kemudian memilih jawaban. Ya, walaupun terkadang tidak semua jawaban terjawab dengan benar.

Untuk sistem penilaian, di HSI ada beberapa jenis nilai:
1. Mumtaz Murtafi' untuk nilai 100
2. Mumtaz untuk nilai antara 90,0 hingga 99,9
3. Jayyid Jiddan untuk nilai antara 80,0 hingga 89,9
4. Jayyid untuk nilai antara 70,0 hingga 79,9
5. Maqbul untuk nilai antara 50,0 hingga 69,9
6. Rasyib untuk nilai dibawah 50
7. Ghayyib untuk nilai 0,0



Gambar diatas adalah tampilan dari peringkat-peringkat para santri setelah mengikuti Evaluasi Akhir. Untuk Nama dan NIP mereka tentu saja saya samarkan.

Jika kita sudah mengikuti hingga Evaluasi Akhir dan nilai sudah keluar, untuk nilai Mumtaz Murtafi' hingga Maqbul, berarti lulus silsilah. Bagi yang mendapat nilai Rasyib dan Ghayyib artinya tidak lulus silsilah. Namun para santri bisa mengikuti leveling atau 'remedial', sehingga bisa mengikuti ujian ulang.

Menghafal dan memahami 25 halaqah sekaligus untuk mengerjakan Evaluasi Akhir adalah tantangan yang agak sedikit berat. Terlebih saat menghafal siapa yang meriwayatkan suatu hadits atau menghafal nama surah dari suatu ayat Al-Qur'an. Saya pribadi lebih sering terbalik dalam menghafalkannya dan agak sulit untuk mengingatnya secara keseluruhan. Karena dalam satu halaqah saja bisa ada 2 atau lebih hadits atau ayat Al-Qur'an sebagai dalil rujukan dalam pembahasan suatu materi. Kemudian kalikan saja dengan 25 halaqah, jadinya terkadang suka terbalik-balik tentang ini siapa yang meriwayatkan, ini surah Al-Qur'an yang mana :") Tetapi saya akan tetap menghafalnya sebisa saya. 

Setelah Evaluasi Akhir selesai, dengan nilai yang sudah bisa kita ketahui. Biasanya kegiatan belajar mengajar akan diliburkan selama 2-3 minggu, kecuali saat memasuki Bulan Ramadhan, maka KBM akan libur selama lebih kurang 8 pekan. Kemudian, kita akan diberikan Transkrip Nilai dan Syahadah/Sertifikat yang dibagikan dengan bentuk file gambar/pdf.

Di HSI AbdullahRoy ini ternyata pembelajarannya terdiri dari level 1 hingga 12. Dimana setiap level bisa terdiri dari 3 sampai 5 silsilah. 1 Silsilah saja bisa terdiri (kalau tidak salah) dari 5-200 halaqah. Jadi, untuk satu level saja, selesainya bisa lebih dari satu tahun. Beritahu saya jika saya salah tentang hal ini yaa. 

Tim HSI AbdullahRoy ternyata tidak hanya sekedar mengadakan kelas belajar secara online, yang hanya memberikan materi dan evaluasi. Namun ternyata mereka juga menyiapkan reward bagi para santri yang berhasil menduduki peringkat atas. Lebih tepatnya, bagi 3 santri terbaik di setiap silsilah (per-angkatan) dan bagi 3 santri terbaik di setiap levelling. Untuk rewardnya, sepertinya tidak akan saya beritahu disini. Untuk mengetahui rewardnya, kamu harus ikut HSI dulu~

Setiap tahun, lebih tepatnya di akhir tahun, HSI AbdullahRoy akan mengadakan Muraja'ah Kubra. Kegiatan ini sepertinya baru diadakan sejak 5 tahun yang lalu, karena jika saya lihat di kalender pendidikan HSI, untuk tahun ini InsyaaAllah akan diadakan Muraja'ah Kubra yang ke 6. Muraja'ah Kubra adalah kegiatan yang diadakan oleh tim HSI AbdullahRoy yakni berupa ujian, yang materi dari soal-soal nya adalah silsilah yang kita ikuti selama tahun itu. Misalnya, pada tahun 2024 lalu, karena saya adalah santri baru, saya baru mengikuti 4 silsilah. Dan yang diujikan dalam Muraja'ah Kubra nanti adalah materi dari silsilah 1-4. Untuk angkatan lain tentu saja berbeda materi/silsilahnya, dan tentu saja akan lebih banyak. Dan yang mengikuti Muraja'ah Kubra ini adalah seluruh angkatan, dari angkatan pertama hingga angkatan yang paling baru. Untuk Muraja'ah Kubra ini tidak ada sanksi nilai seperti Evaluasi yang biasa dikerjakan sehari-hari, maksudnya, tidak ada sistem lulus/tidak lulus. Namun alangkah baiknya harus diikuti. Kemudian para santri terbaik akan diumumkan di grup masing-masing. Hasil ujian akan diurutkan per angkatan. Saya kemudian melihat hasilnya, yang tentu saja saya tidak berharap nama saya berada disana, karena saya sudah mengetahui hasilnya lebih dahulu. Saya hanya penasaran berapa nilai-nilai tertingginya. Dan tentu saja saya mendapati ada yang mendapat nilai sempurna (Mumtaz Murtafi'), dan nilai Mumtaz. Terkadang, dengan nilai yang sama, perbedaannya hanyalah kecepatan waktu mereka dalam menjawab soal. MasyaaAllah, keren-keren sekali mereka ini. Karena, santri HSI tidak hanya berasal dari 'orang yang muda-muda' saja, banyak diantaranya adalah orang yang sudah berusia diatas 30 40 tahun, dari berbagai kalangan, yang memiliki semangat tinggi untuk belajar.

Setelah Muraja'ah Kubra berakhir, beberapa minggu kemudian, para santri yang mendapat nilai Mumtaz Hingga Mumtaz Murtafi' akan mendapat Syahadah dan Transkrip Nilai. Untuk yang nilainya dibawah mumtaz akan mendapat Transkrip Nilai saja. Dan untuk santri terbaik akan mendapatkan Syahadah versi cetaknya. 

Dan, untuk Muraja'ah Kubra ini, ternyata Tim HSI AbdullahRoy juga menyiapkan reward untuk 2 santri terbaik dari setiap angkatan, satu dari Ikhwan dan satu dari Akhwat. Untuk rewardnya tentu saja tidak akan saya beritahu juga disini~ Yang jelas, tim HSI AbdullahRoy ini amat sangat menghargai usaha santri-santrinya. Padahal program ini sama sekali tidak dipungut biaya. MasyaaAllah. Semoga Dr. Abdullah Roy selaku pengisi materi, seluruh divisi yang terlibat didalam program belajar ini, yang merancang aplikasi dan website HSI dengan sedemikan rupa sehingga memudahkan santri-santri nya untuk belajar, para musyrif dan musyrifah yang tidak lelah mengingatkan kami di grup ataupun secara pribadi untuk muraja'ah materi dan mengerjakan soal, semoga semua yang dilakukan bernilai pahala dan menjadi amal jariyah, aamiin.

Belajar disini rasanya seperti bersekolah kembali. Serasa masuk kelas 1 SD lagi. Maksudnya, bukan berarti dulunya tidak mengikuti  pelajaran agama dari masa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas ya, namun, ternyata banyak hal-hal—tentang agama ini, yang kayak... ternyata begini ya, ternyata begitu ya. Dan berhati-hati adalah langkah yang tepat.

Kayaknya judul postingan ini kurang tepat sih, karena kalau dibilang 'pengalaman belajar', pengalaman belajar saya di HSI masih beberapa bulan terhitung sejak mendaftar. Alias masih baru. Mungkin lebih ke pengalaman awal-awal belajar ya. Ohiyak, apabila ada kesalahan informasi dalam postingan ini, silahkan dikoreksi~ 

Dan, semoga nanti ada temen saya yang join program belajar disini juga. Beberapa waktu yang lalu, di akhir tahun 2024, saya sempat posting di story instagram tentang penerimaan santri baru untuk angkatan 251. Harapannya, akan ada teman-teman saya yang sekiranya tertarik, tetapi sepertinya belum. Kan sepertinya seru, walaupun nanti beda angkatan, kita bisa saling mengingatkan untuk muraja'ah dan mengerjakan evaluasi, hehe. Sebenarnya di satu angkatan ada banyakk sekali teman teman baru, tetapi hanya sekedar diskusi saja di grup. Maksudnya, ingin punya teman yang ikut program ini juga yang saya sudah kenal di dunia nyata, begituu.

Dengan saya menuliskan ini, bukan berarti saya adalah seseorang yang sangat baik dan berilmu. Tidak :") Saya tetaplah masih seseorang yang masih miskin sekali akan ilmu. Dan terkadang juga masih melakukan kesalahan dan terkadang lalai. Saya hanyalah seseorang yang masih berproses, yang keadaannya juga naik turun. Kadang semangat, terkadang kayak... 'bisa ngga ini ya'..

Baiklah, sepertinya segini saja untuk tulisan kali ini. Sebenarnya tulisan ini sudah diketik untuk diposting sebelum pembukaan pendaftaran untuk santri baru untuk tahun 2025, yang dibuka diakhir tahun 2024. Karena ada hal ini dan itu, penulisan postingan ini jadinya dilakukan sedikit demi sedikit saja. Dan akhirnya, Ahamdulillah bisa selesai sekarang. Semoga bermanfaat.

/diedit 07/03/2025 22.46/
Sepertinya grup Whatsapp untuk Akhwat sudah bisa diaktifkan lagi, jadinya grup kami—angkatan 242, yang awalnya di telegram, sudah perlahan pindah ke Whatsapp, semoga grupnya aman dan tidak dihapus lagi~

Kamis, 23 Mei 2024

Hallo, Yogyakarta!

//Edited: Nov-24//
Akhirnya, setelah sekitar sepuluh tahun lamanya, header lama yang amat sangat aneh bentuknya itu, sudah diganti menjadi—header yang bentuknya lebih aneh lagi ini~ dengan warna ungu-kuning, benar benar perpaduan yang aneh. Nggapapa, nanti mau diganti lagi, belum ada ide soalnya. Dan aku menghapus beberapa link di 'linkeys' karena ternyata banyak sekali blog yang sudah dihapus pemiliknya, bahkan ada juga yang sepertinya sudah diambil alih orang lain. Tetapi, link exchange masih bisa dilakukan, yaa.

———————————
Assalamu'alaikum, teman-teman!
Rasanya sudah lama tidak mengetik disini. Tapi karena kali ini ada kesempatan, baiklaah, aku mau cerita sedikit tentang perjalanan singkatku saat berkunjung ke salah satu kota yang ada di pulau jawa. Yaitu, Yogyakarta!

Tentunya aku benar-benar sangat bersemangat bahkan H-1 bulan sebelum keberangkatan. Karena aku sama sekali belum pernah mengunjungi kota ini dan Yogyakarta adalah salah satu kota yang masuk kedalam list kota-kota yang ingin aku kunjungi saat uang tabungan sudah cukup.
Sebelumnya aku juga sudah ngelist tempat-tempat apa saja yang akan aku kunjungi di Yogyakarta. List ini dibuat hanya bermodalkan informasi dari internet, review di google maps, dan akun-akun instagram semacam 'explorejogja' untuk mengetahui tempat-tempat apa saja yang sekiranya menarik untuk dikunjungi. 
 
Harusnya 'Yogyakarta' ga sih
 
Ternyata banyak sekali tempat-tempat wisata di Jogja yang bagus untuk dikunjungi. Walaupun ada juga beberapa review di google maps yang mengatakan bahwa beberapa tempat terkadang tidak sebagus aslinya, jalan menuju kesana yang agak sulit bagi pengemudi yang belum berpengalaman, dan bahkan ada tempat wisata yang setiap spot fotonya harus berbayar. Yang terakhir auto bikin gajadi kesana kayaknya :")

26 November 2022
Pada tanggal ini, tepatnya pada hari Sabtu, adalah hari keberangkatan menuju Jogja. Sangat excited! Apalagi karena sudah lama tidak naik pesawat. Terakhir naik pesawat yakni pada saat study tour SMA ke Bandung dan Jakarta, dan itupun adalah pertama kalinya aku naik pesawat hahaha. Aku berangkat bersama dengan kakak-kakak di tempatku bekerja. Mereka semua sudah menikah dan memiliki anak. Jadi, akulah yang paling muda diantara mereka.

Kami mengambil penerbangan pagi yakni jam 7:55 (kalau ngga delay, dan ternyata delay sebentar) menggunakan pesawat Citilink. Sengaja ambil penerbangan pagi agar setelah sampai bisa langsung makan siang dan jalan-jalan. Waktu perjalanan yang ditempuh dari Pekanbaru ke Jogja sekitar 2 jam 10 menit. Saat mendarat, runway Bandara YIA (Yogyakarta International Airport) terasa benar-benar mulus sekali, engga gradakan. Mungkin karena baru diresmikan juga sekitar dua tahun yang lalu, di tahun 2020. Bandaranya luas, bersih dan bagus. Tapi belum kesampaian untuk foto-foto di beberapa spot disana karena keburu dijemput oleh mobil jemputan kami. Hanya sempat berfoto di kaca toiletnya. Ah ya, toiletnya luas, wangi dan bersih. 

Kami dijemput oleh Mas Agung, pengemudi yang beserta mobilnya kami sewa dari Traveloka. Saat berada di mobil menuju keluar bandara, sambil melihat pemandangan kiri kanan, rasanya masih seperti tidak percaya bahwa kami sudah sampai di kota ini. Pengemudi kami ramah dan informatif. Beliau adalah orang asli Jogja, kalau tidak salah beliau mengatakan bahwa tempat tinggalnya berada di dekat kampus UGM.

Setelah melalui perjalanan selama beberapa jam di udara ditambah dengan hanya sarapan sebungkus nasi uduk untuk berlima saat masih berada di bandara Pekanbaru, perut kami mulai keroncongan. Sengaja hampir tidak sarapan karena takut masalah perut timbul saat tengah berada di pesawat. Kami tidak tahu mau makan dimana, tetapi kemudian Mas Agung menyarankan kami untuk makan siang di sebuah tempat yang bernama 'Kopi Ingkar Janji'.

difoto dari tempat parkir

Aku tidak tahu sama sekali bahwa tempat ini adalah salah satu tempat populer di Jogja. Sepertinya aku belum menemukan tempat ini saat membuat list kemarin. Jalan menuju kesini adem dan dipenuhi dengan pemandangan hijau hijau. 



Beliau merekomendasikan tempat ini setelah aku menyebutkan 'Geblek Menoreh View' saat ditanya kira-kira mau kemana. Beliau menyarankan lebih baik ke Kopi Ingkar Janji saja. Akhirnya kami iyakan. Untunglah ternyata tempatnya bagus, kami makan sambil menikmati pemandangan Bukit Menoreh. Nyeruput teh sambil makan gorengan dan diiringi hujan gitu kayaknya enak ya.
 
 
Kami, yang orang sumatera, saat mendengar kata 'Jogja' pasti langsung membayangkan makanan disana pasti manis manis. Sampai sampai salah satu kakakku (aku menyebut mereka dengan sebutan ini saja yaa, karena tidak ingin menyebutkan nama) ingin membawa sambal sendiri karena dia agak kurang suka makanan yang manis manis haha. Kalau aku sendiri, mau itu makanan pedas atau manis, aku tetap suka-suka aja. Jadi aman.
 
Makanan disini disajikan secara prasmanan, kita ambil sendiri mulai dari nasi hingga lauk, lalu kita bawa ke kasir untuk dihitung. Untuk memesan cemilan dan minuman, akan diberikan selembar kertas berisi menu dan kita tinggal ceklis apa yang kita mau. Sayang sekali kemarin lupa fotoin isi menu nya. Saat kami datang, tempatnya agak ramai, tapi untunglah kami mendapat tempat duduk. Disini ada berbagai macam lauk yang beberapa diantaranya aku tidak tahu itu apa, sebenarnya bisa saja bertanya kepada pelayannya, tetapi akhirnya aku hanya mengambil yang menurutku terlihat enak. Untunglah ada sate hati kesukaannku dan juga kikil. Ah ya, waktu itu kami kehabisan sambal dan belum di refill oleh petugasnya.

Penampakan nasi dan lauk yang kuambil

Menurutku, semua lauknya rasanya manis, tapi enak! Andai saja ada sambal. Dan yang paling bikin enak adalah nasinya! Yap, aku suka nasinya, nasinya jenis nasi yang pulen. Nasi yang jarang ditemukan kalau makan di tempat makan di Pekanbaru. Suka sekalii.  

Ada satu nama menu yang tidak familiar waktu aku membaca kertas menu, namanya adalah 'Geblek' (bagaimana cara membacanya? Apakah kedua huruf e nya dibaca e lemah? atau salah satunya dibaca e lemah lalu e yang satu lagi dibaca e keras?) Penasaran itu apa, setelah aku coba lihat di google ternyata sebuah makanan dari olahan tepung tapioka yang disiram dengan saus kacang. Sepertinya enak. Ingin mencoba tetapi semuanya sudah pada kenyang, takut tidak habis termakan.

Setelah makan, kami berfoto-foto sebentar dan sholat terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tempat berikutnya. Disini tersedia dua buah kamar mandi dan sebuah gazebo untuk sholat. Sebenarnya aku ingin masih berlama-lama disini, ingin bengong sebentar sambil menikmati pemandangan. Tetapi tidak memungkinkan karena dikejar waktu. Kami harus ke destinasi selanjutnya yaitu Candi Borobudur. Mas Agung merekomendasikan kami untuk berkunjung ke Candi Borobudur karena kebetulan masih satu arah.

Aku baru tahu kalau Candi Borobudur tidak termasuk dalam Provinsi DIY. Candi Borobudur berada di Provinsi Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Magelang. Selama ini kalau ada yang menyebutkan Candi Borobudur, pasti selalu nganggap kalau Candi ini berada di Yoyakarta, ternyata sebenarnya tidak haha.
 
Kami melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur, selama perjalanan menuju kesana, hal yang kami sadari adalah keadaan jalan disana, yang sepanjang kami lewati rasanya benar benar mulus, maksudnya, jarang kami menemukan adanya lubang. Ya, kami tidak tahu bagaimana keadaan jalan di tempat lain, tapi untuk jalan yang kami lalui ini, jalannya bagus sekali. Kami yang sudah terbiasa menikmati jalan yang berlubang dan tidak rata menjadi agak norak saat melewati jalan ini.
 
Tidak lama kemudian, kami sampai di tempat tujuan, Candi Borobudur. Mas Agung sebelumnya mengatakan bahwa cuaca Jogja akhir-akhir ini, menjelang siang sekitar jam 1 keatas akan mulai mendung dan turun hujan. Sebelumnya, beliau menghubungi terlebih dahulu salah seorang rekannya yang kebetulan sedang berada di wilayah sekitaran Borobudur untuk menanyakan bagaimana cuaca disana. Ternyata cuacanya sedang tidak cerah, mendung namun belum hujan. Akhirnya Mas Agung mengatakan bahwa tidak apa-apa, semoga belum hujan jika sudah sampai disana. Untunglah saat kami sampai disana, hujan belum turun walaupun sudah agak gelap. 
 
Tiket masuk ke Candi Borobudur
 
Tiket masuk ke Candi Borobudur adalah seharga lima puluh ribu rupiah untuk satu orang dewasa. Untuk menuju ke Candi nya ternyata cukup jauh jika berjalan kaki. Tapi tidak apa-apa karena sekalian saja berjalan sambil menikmati pemandangan sekitar dan sesekali berhenti untuk berfoto. Waktu itu  masih mendung, ini bagus karena kami jadi tidak kepanasan saat menuju kesana dan setelah sampai disana pun cuaca masih mendung, belum hujan. Kami bergegas untuk berfoto. Hujan mulai turun saat kami dalam perjalanan menuju pintu keluar yang tak kalah jauhnya saat masuk tadi. Sebenarnya disana disediakan juga kendaraan berbayar untuk pengunjung, namun karena harganya yang sepertinya belum bisa kami terima, dan ditawar juga tidak bisa, kami memutuskan untuk tetap berjalan kaki saja haha.  

Saat dalam perjalanan menuju pintu keluar, kami melewati pasar. Lebih tepatnya adalah pasar oleh-oleh. Disini menjual berbagai macam oleh-oleh mulai dari sendal, baju kaos, celana, cenderamata khas Borobudur dan lain-lain. Aku baru menyadari bahwa harga yang ditawarkan disini jauuuh lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasar di area sekitaran Malioboro. Agak nyesal tidak membeli apapun disini karena mengira ditempat lain bakal lebih murah. Ternyata disinilah yang harganya cukup murah. Menurutku, yaa.

Kami tiba di pintu keluar sekitar jam setengah enam sore. Tentunya dengan perut yang sudah keroncongan lagi. Kami benar-benar tidak tahu mau makan dimana, akhirnya Mas Agung kembali menyarankan sebuah tempat makan lagi. Kali ini namanya 'Bakmi Pak Pele'. Lalu kami mengiyakan.



Bakmi Pak Pele terletak di Alun Alun Utara Yogyakarta, dan agak sedikit di pojokan. Cukup jauh dari Borobudur, sehingga membuat kami makin keconcongan haha. Tetapi tidak apa-apa karena kami memang akan menginap di  Kota Yogyakarta. Saat kami sampai disana, tempatnya sangat ramai dengan pengunjung. Sepertinya ini adalah tempat makan bakmi yang sangat terkenal. Untunglah kami mendapatkan tempat duduk untuk berenam. Kami diberikan kertas menu, kemudian kami tulis sendiri jumlah makanan yang kami pilih di menu yang tersedia. Saat melihat menu yang tersedia, aku benar-benar bingung mau memilih apa. Akhirnya aku memilih Bakmi Godok Nyemek (Kalau tidak salah sih, lupa antara Bakmi Godok Nyemek dengan Bakmi Godok Campur).

Kami menunggu agak lama, mungkin karena antrian sebelum kami juga sangat banyak. Akhirnya, menu yang kami pesan datang. Berikut adalah penampakan Bakmi Godok yang aku pesan:


Saat pesananku datang, jujur aku agak bingung dengan penampakan makanan yang aku pesan. Karena aku mengira bakmi yang kupesan, mie nya bakal menggunakan mie kuning. Aku belum pernah makan bakmi dengan mi putih. Dan aku juga kurang suka mi putih. Jadi sepertinya aku salah pesan, seharusnya aku memesan bakmi dengan mi kuning. Tadinya aku mengira semua menu disini menggunakan mi kuning karena ada menu yang namanya 'Bihun Godok', jadinya aku mengira hanya menu itulah yang menggunakan mi putih alias bihun. Inilah pentingnya bertanya, apalagi saat makan di kota orang. Tapi tidak apa apa, tetap aku makan kok. Soalnya perut udah keroncongan, dan nggak mungkin nggak dimakan. Kurang suka mi putih bukan berarti tidak memakan mi putih hehe. Isian bakmi nya ada suwiran ayam, ampela dan telur. Menurut yang aku baca di google maps, telurnya adalah telur bebek. Ohiya, seingatku disini nggak tersedia sambel yang bisa dicampurkan ke kuahnya. Disini hanya tersedia cabe rawit dan disediakan acar juga. Ada salah satu kakakku yang memesan menu yang sama denganku, dia tidak habis memakan bakminya karena tidak ada sambal dan juga kurang suka mi putih. Tapi memang iya sih kalau ngga pakai sambel kayak ada yang kurang gimana gitu yaa, tipikal orang Sumatera banget kami kami ini.

Ah ya, tadi, saat diperjalanan, aku melihat sebuah tempat makan yang pastinya amat sangat populer, khususnya bagi mahasiswa dan mahasiswi di Jogja. Yaituu, Olive Fried Chicken. Tempat ini sering dibicarakan oleh orang orang di Twitter karena menjual menu ayam goreng dan nasi dengan harga yang sangat ramah dikantong, dan rasanya juga enak, kata mereka.


Sebenarnya, aku sangat inginn membelinya, karena kan sudah berada di kota tempat Olive Fried Chicken ini berada, tetapi rasa seganku kembali muncul untuk meminta berhenti disana. Akhirnya, aku hanya melewatkannya. Huhu. Lain kali, kurang-kurangi rasa seganmu untuk hal-hal semacam ini ya, Ulfaa.

#bersambung, lagi malas ngetik kekeke#              

Kamis, 17 Juni 2021

Cerita Tentang Hard Disk

Seharusnya postingan ini ditulis di akhir tahun 2019.

Namun karena disebabkan oleh suatu hal, saya terus-terusan menunda untuk menuliskannya, hingga saat ini barulah saya bisa menuliskannya. Hahaha.

Hard Disk saya rusak.

Kayak... ngga penting aja gitu ya ini ditulis, ahaha.

Saya hanya ingin... berbagi cerita mengenai petualangan nggak penting saya dalam usaha mengembalikan isi harddisk saya.

Benda ini rusak tentunya disebabkan oleh sesuatu, pastinya. Nggak mungkin tiba-tiba bisa rusak. Saya mencoba mengingat-ingat beberapa hal yang yang saya lakukan sebelum laptop yang saya gunakan ini harddisknya menjadi rusak.

Laptop yang saya gunakan waktu itu mungkin sudah berumur enam atau tujuh tahun, barangkali. Organ dalam nya mungkin sudah tua renta. Saya memilikinya sejak saya SMA, dan masih terpakai hingga kuliah. Baterainya pernah bocor, sudah dibelikan yang baru oleh orangtua saya, namun beberapa tahun kemudian baterainya bocor kembali. Mungkin disebabkan karena keteledoran saya yang terkadang lupa mencabut cassannya selama beberapa jam setelah baterai sudah terisi penuh. Sejak saat itu, saat saya ingin menggunakan laptop, saya selalu menggunakannya dalam keadaan ter-cas.

Selain itu, saya juga sangat sering meng-hibernate-kan laptop saya karena saya terlalu malas untuk menunggu proses shut down yang berjalan agak lama. Dan juga, jika ingin menghidupkannya kembali juga tidak butuh waktu yang lama. Ini saya lakukan selama berbulan-bulan lamanya. Saya tidak tahu apakah kebiasaan ini akan memberikan dampak pada laptop saya, apakah ini salah satu faktornya?

Hal lainnya adalah, saya ingat sekali, waktu itu kota tempat saya tinggal seringkali terjadi pemadaman listrik. Sehingga saat saya sedang menggunakan laptop, saat mati listrik, tentu saja laptop saya yang baterainya tidak berfungsi lagi ini juga ikut mati. Dan itu terjadi sangat sering.

Dan hal terakhir yang saya lakukan sebelum laptop saya bermasalah adalah, saat laptop saya mengalami hang atau not responding atau error atau apalah itu namanya, saya seringkali langsung memencet tombol power untuk mematikannya dengan paksa. Sebenarnya enggak tega, tapi mau gimana lagi. Dan hal ini terjadi berulang kali. Hingga pada akhirnya saya membawanya ke tempat servis komputer untuk diinstal ulang. Barangkali ada virus, seperti kejadian yang sudah sudah.

Setelah diinstal ulang, saya kembali menggunakan laptop saya. Ternyata timbul penyakit baru, pada 'saat ingin membuka bagian 'data d', rasanya terasa sangat lama sekali untuk memuat keseluruhan isi 'data d' ini. Dan juga, saat saya ingin memindahkannya ke flashdisk dari sebuah folder di 'data d', seringkali prosesnya berjalan sangat-sangat lama, bahkan berhenti ditengah jalan, saat saya menekan tombol cancel, semuanya menjadi not responding. Dan tentu saja, hal terakhir yang saya lakukan adalah menekan tombol power dan mematikannya secara paksa. Benar-benar merasa sangat bersalah pada saat itu.  

Dan itu berulangkali terjadi.

Lalu pada akhirnya saat saya ingin menghidupkannya kembali, inilah yang muncul :


Auto panik, dong. Saya kan ngga ngerti tulisan-tulisan yang tampil itu maksudnya apa. 

Waktu itu saya masih berpikir, ''oh, kayaknya ini minta diinstal ulang lagi, deh.''

"Hahaha. Apapun masalahnya, install ulang adalah solusinya." Ujar seorang anak perempuan yang ngga ngerti masalah ginian.

Saya biarkan tulisan dilayar itu selama beberapa saat, bingung harus diapakan. 

Tapi setelah saya baca kembali apa yang tertera dilayar, saya sempat bengong sejenak sebelum akhirnya mulai cemas :"")

Disitu tertulis: 

''a recent hardware of software change change might be the cause''

''click 'repair your computer' ''

''if you do not have this disk, contact you system administrator or computer manufacture for assistance''

Ketiga kalimat itu saja sudah mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang benar-benar bermasalah. Waktu itu saya nggak tahu penyebabnya. Saya hanya berpikir kalau ini bisa diselesaikan dengan cara menginstal ulang laptop ini kembali.

Karena tidak tahu apa yang harus saya pencet saat itu (takut salah pencet yang mengakibatkan data didalamnya hilang), akhirnya saya kembali mematikannya secara paksa. Maaf.

Saya kembali mencoba menghidupkannya, berharap tulisan-tulisan seperti tadi tidak muncul. Yap, benar. Tulisan-tulisan tadi tidak muncul. Namun, layar laptop menampilkan logo windows terus menerus. Stuck disitu saja selama bermenit-menit dan nggak berkesudahan.


Kenapa nih?

Sampai disini saya udah gatau mau ngapain lagi, saya benar-benar takut kalau laptop saya kenapa-napa. Isinya penting dan berharga :I

Beberapa hari kemudian, akhirnya saya kembali membawa laptop saya ke tempat servis komputer. Kali ini, saya benar-benar mencari di google maps terlebih dahulu untuk membaca review beberapa tempat servis komputer di kota saya.  Saya menemukan sebuah tempat yang reviewnya cukup bagus. Lalu saya membawanya kesana.


Seperti biasa, sang pemilik tempat servis menanyakan keperluan saya. Saya mengatakan bahwa saya ingin menginstall ulang laptop saya. Tetapi saya juga mengatakan bahwa ketika laptop dihidupkan, yang muncul hanya sampai logo windows saja. Kita sebut saja bapak A. 

Bapak A kemudian menghidupkan laptop saya. Saya berharap ada keajaiban, berharap logo windows itu tidak berada disana lagi selama bermenit-menit lamanya.

Ternyata tidak, logo windows itu masih suka berada disana rupanya. Seakan-akan seperti sebuah pintu yang tidak mau terbuka. Tertutup. Terkunci. Sehingga tidak ada yang bisa melihat apa yang ada dibaliknya.

Bapak A kemudian mematikan laptop saya dengan menggunakan tombol power. Lalu menghidupkannya kembali. Hasilnya sama saja. 

Kalau tidak salah saya mengingat, Bapak A kemudian 'mengoperasi' bagian tempat harddisk internal laptop saya berada dan mengeluarkan isinya. Kemudian beliau mencoba menghidupkannya kembali, ah ya, sebelumnya beliau juga memasang sebuah flashdisk di laptop saya, dan hasilnya adalah, logo windows tidak lagi berada disana selama beberapa menit lagi, proses booting berjalan lancar. Tetapi tentu saja semua file-file saya tidak ada disana karena harddisk saya sedang dikeluarkan. 
 
Semenit kemudian beliau berkata,
''Mbak, ini kayaknya harddisknya yang rusak. Harus diganti.''

Respon saya saat itu hanya: ''hah?'' 

Harddisk-rusak-ganti.

Gimana-gimana?

''Nggak bisa diperbaiki, pak?''

"Nggak bisa, mbak.''

''Kalau ganti harddisk berapa harganya, pak?"

Beliau menyebutkan harga. Terlalu mahal bagi saya saat itu. Dan di dalam benak saya, saya masih merasa bahwa harddisk ini mungkin saja masih bisa diperbaiki. 

Karena saya agak kecewa dengan sang pemilik tempat servis itu karena tidak memberikan solusi apa-apa lagi selain mengganti harddisk, saya kemudian mengemasi laptop saya dan mengucapkan terimakasih, lalu pergi.

Saya rasa, selama saya menggunakan laptop, sepertinya baru kali inilah laptop saya mengalami suatu kerusakan di bagian yang cukup serius. Biasanya saya hanya melakukan instal ulang, dan lenyaplah semua masalah. 

Saya tidak menyerah, saya kemudian mencari di internet apakah ada tempat di kota saya yang bisa memperbaiki harddisk yang rusak.  Dengan berbagai macam jenis kata kunci yang saya masukkan di kolom pencarian, akhirnya saya menemukan suatu website, setelah saya baca isinya, sepertinya sang pemilik website punya keahlian dalam memperbaiki segala macam hal tentang dunia per-laptop-komputer-an. Untungnya berlokasi di kota tempat saya tinggal juga.

Kebetulan sang pemilik tempat servis mencantumkan kontak yang bisa dihubungi di laman websitenya. Tidak pakai lama, langsung saja saya menghubungi beliau lewat pesan Whatsapp.

Bismillah saja, semoga bisa diperbaiki. Namanya juga usaha.
 
Berikut adalah sedikit percakapan saya dengan beliau.


dipanggil 'pak' :")

Ternyata tempat yang akan saya tuju untuk memperbaiki harddisk saya bukanlah sebuah tempat yang seperti toko/tempat servis komputer/laptop pada umumnya. Melainkan sebuah rumah pribadi. Ternyata beliau menjalankan usahanya dirumahnya saja. Itu saya sekalian liatin alamatnya siapatahu ada yang mau perbaiki laptopnya juga disana ahaha. Tapi sekarang namanya berubah jadi 'Magister Komputer' kalau tidak salah.

Kita sebut saja bapak 'B'. Saya juga gatau siapa nama beliau karena saya lupa untuk menanyakannya. Saya hanya memanggil 'Pak' saja. Besoknya, saya langsung meluncur ke alamat beliau.


Yak, seperti yang terlihat di gambar, Bapak 'B' pun juga sibuk memandang logo windows yang nggak hilang-hilang itu. 

Hingga akhirnya, beliau menyarankan agar laptop saya ditinggal saja dahulu. Sebelumnya saya juga sudah mengatakan bahwa penyebabnya ada di harddisk. Beliau mengatakan bahwa akan memeriksa lebih lanjut terlebih dahulu selama beberapa hari. Karena rupanya beliau juga punya pekerjaan lain yakni mengajar di suatu sekolah sebagai guru pelajaran komputer, jadi enggak bisa seharian berada dirumah. Saya mengiyakan.

Tentu saja saya tetap menanyakan perkembangangannya lewat pesan Whatsapp.



Pas baca bubble chat beliau yang nomor 2, rasanya langsung kayak............. Kayak apa, ya? Saking gimana-gimananya udah bingung mau mengekspresikannya gimana. Udah siap menerima kabar terburuk memang. Cuma tetap aja pas dibilang kayak gini langsung muncul lagi sedihnya. Masih kayak nggak percaya kalau harddisk itu beneran rusak dan datanya nggak bisa kembali. Hahaha.

Bapak 'B' mengatakan akan mengecek ulang kembali, katanya. Kali ini saya benar-benar berharap ada data yang bisa selamat walaupun hanya sedikit.

Empat hari kemudian saya tanyakan kembali, apakah ada keajaiban, atau tidak.


Okesip. Ya mau gimana. 

Waktu itu saya belum nangis. Pas saya jemput kembali laptopnya pun saya belum nangis. Saat sampai disana, beliau menjelaskan apa-apa saja yang telah beliau lakukan dalam mengusahakan kembalinya isi harddisk saya. Beliau bilang, beliau sudah mengupayakan tiga cara, lewat Command Prompt, lewat sebuah software yang saya nggak ingat namanya, dan yang terakhir saya lupa apa sebutannya. Udah sedih banget kali, ya. Makanya pas dengar penjelasan beliau aja sayanya antara nyimak dan enggak wkwk.

Saya kemudian berterimakasih kepada Bapak B atas usahanya dalam mencari solusi atas masalah harddisk saya ini, dan nggak lupa juga saya juga bertanya berapa biaya yang harus saya bayar. Sehabis menyerahkan uang saya langsung mengucapkan terimakasih lagi dan kemudian pulang.

Pulang dalam keadaan nyesek. Ahaha. Coba bayangin gimana rasanya kehilangan data (dokumen, foto, video, dan lain-lain) yang kamu kumpulkan selama bertahun-tahun. Sedih, nggak? 

Sekarang saya ngga bisa iseng-iseng lagi buka laptop sambil pengen liat apa-apa yang udah saya simpan selama bertahun tahun. Nggak bisa nostalgia lagi. Semuanya hilang, lenyap. Semuanya ada disana. Saat memori hp saya penuh, saya pasti memindahkan semuanya ke laptop saya. Bisa-bisa saja laptop itu saya hidupkan kembali, tapi pasti harddisk yang dipakai pastinya bukan yang lama.

Sekarang, 2021, saya masih belum mengganti harddisk saya. Dan laptop itu masih 'tidur' didalam tas laptop saya seperti saat terakhir saya mengambilnya dari rumah pak 'B'.

Tapi, kalau boleh jujur, saya masih berharap harddisk tercinta ini masih bisa diselamatkan isinya. Entah dengan cara apa. Siapatahu, ada yang benar-benar ahli se ahli-ahli nya gitu, kan?

Kayaknya pas dalam perjalanan pulang dari sana, baru deh saya nangis.

Nangis sambil motoran is another level of pain.

Saat sampai dirumah, pas kepikiran lagi, saya nangis lagi.

Iya tau, menangis gabisa bikin datanya balik :"

Mungkin pengalaman tidak mengenakkan yang saya alami ini bisa jadi pembelajaran bagi kalian agar memperlakukan laptop kalian dengan baik, dan selalu menyadari dengan hal-hal yang tidak biasa yang tiba-tiba terjadi di laptop kalian.  Agak nyesel sih saat ada salah satu folder di 'data d' yang bikin not responding jika dibuka dan bikin error juga saat dicoba dicopy, nggak langsung ngeh dan nggak nyelamatin file lain dengan cara dipindahin ke tempat lain. Nyesal memang datang belakangan.

 

//semua gambar berasal dari dokumentasi pribadi//

Senin, 15 Maret 2021

Fitur Baru yang Sebaiknya ada di Instagram

Siapa yang tidak kenal dengan Instagram? Orang-orang yang sudah memiliki smartphone dengan layar sentuh pasti sudah tidak asing lagi dengan aplikasi yang satu ini. Instagram adalah sosial media dimana orang-orang bisa berbagi foto ataupun video ke followers mereka, melakukan live, dan juga bisa berbagi melalui fitur story.

Orang yang membuat dan memiliki akun Instagram pasti memiliki tujuan tersendiri, seperti misalnya ingin menggunakan Instagram sebagai sarana untuk berinteraksi dengan teman-teman, ingin mempromosikan produk yang mereka jual, bahkan untuk............. melakukan penipuan.

Yang terakhir jangan ditiru, ya.

Awalnya, saya adalah pengguna Instagram yang menggunakan sosial media ini untuk hanya sekedar mengetahui bagaimana kehidupan teman-teman saya, baik teman semasa SD hingga kuliah. Namun sekarang saya lebih sering menggunakan Instagram untuk melihat akun-akun tentang sesuatu yang saya sukai seperti misalnya akun-akun tentang kucing, video masak, alat-alat masak, penerbit buku, fotografer luar negeri, akun para bookstagram-er, akun dakwah, akun informasi diskon belanja dan lain sebagainya. Hal ini menyebabkan ketimpangan yang luar biasa terhadap jumlah follower dengan jumlah following saya, dan tentu saja, akun Instagram saya jadi punya banyak sekali akun-akun yang saya ikuti.

Lihatlah ketimpangan sosial ini.

Jumlah follower saya hanya sekitar 21 persen jika dibandingkan dengan jumlah following saya 😁. Itupun follower saya sudah saya hapus sekitar 100 akun karena saya hanya ingin akun saya difollow oleh orang-orang yang saya kenal saja.

Saya juga bingung kenapa following saya bisa sebanyak itu. Agaknya, akun apapun yang saya sukai bakal saya follow. Dari 1679 akun yang saya follow mungkin  akun-akun Instagram dari orang yang saya kenal jumlahnya hanya berapa persen.

Disinilah permasalahan dimulai.

Terlalu banyak mengikuti akun-akun Instagram menyebabkan tidak semua postingan akun-akun yang saya ikuti bisa muncul dan tidak semua postingan bisa saya lihat saat saya membuka instagram, jikapun ada mungkin harus di scroll hingga kebawah karena sudah tenggelam tertutupi oleh postingan yang baru-baru. 

Selain hal-hal yang saya sebutkan diatas, saya juga menggunakan instagram sebagai salah satu cara untuk melihat lowongan-lowongan pekerjaan, alhasil saya juga ngefollow akun-akun yang selalu menginformasikan lowongan kerja khusus untuk kota tempat saya tinggal. Namun karena banyaknya akun Instagram yang saya follow, terkadang menyebabkan postingan dari akun-akun loker itu tenggelam, sehingga saya terpaksa harus membuka profil mereka satu persatu.  

Karena sudah terlalu sering postingan dari akun info loker tersebut tertimpa dengan postingan lain, akhirnya saya memutuskan untuk membuat satu akun Instagram lagi yang diperuntukkan khusus untuk ngefollow akun-akun informasi loker saja. Hasilnya, saya kini tidak perlu mengecek akun mereka satu persatu, kini informasi-informasi mengenai lowongan pekerjaan selalu terlihat saat saya membuka akun Instagram kedua saya, karena saya hanya ngefollow akun dengan jenis yang sama.

Selain itu, saya juga punya hobi membaca buku, dan karena saya tidak ingin postingan tentang per-buku-an juga ikut tenggelam, akhirnya saya juga membuat akun Instagram khusus untuk ngefollow akun  tentang  buku dan para akun para penyuka buku yang gemar mereview buku-buku yang telah mereka baca yang disebut dengan akun Bookstagram.

Sebenarnya, saya juga ingin membuat satu akun Instagram lagi yang khusus untuk ngefollow akun video resep masak ataupun yang menjual perlengkapan memasak dan membuat kue, namun masih saya tunda karena Instagram hanya bisa login 5 akun dalam satu handphone per aplikasi. Saya masih punya akun KKN semasa kuliah dulu yang belum saya logoutkan karena masih saya gunakan serta masih ada satu akun lainnya. Saya terlalu malas untuk me-log-out-kan mereka 😁

Oleh karena itulah, fitur baru yang sebaiknya ada di Instagram yang sangat-sangat saya harapkan yakni fitur yang bisa mengelompokkan jenis akun yang kita follow. Kira-kira contohnya seperti pada Telegram ini penampakannya:


Di Telegram, kita bisa mengelompokkan jenis chat, entah itu kelompok untuk 'Teman', 'Keluarga', dan lain lain. Jadi keliatannya tertata gitu dan jadi mudah dicari. 

Nah, mungkin itu bisa diterapkan di Instagram juga, kita bisa membuat kelompok-kelompok seperti itu, sehingga saat kita klik salah satu kelompok yang kita buat, maka isinya itu hanya jenis itu saja (ngerti ngga?😅) Misalkan kita bikin kelompok 'Teman' di Instagram, maka saat kita klik, isi timeline Instagram kita itu hanya postingan-postingan dari teman-teman kita saja. Lalu, kalau kita klik kelompok lainnya yakni misalnya 'Kucing', maka isi timelinenya hanya postingan dari dari akun-akun tentang kucing yang sudah kita jadikan satu kelompok. Sehingga memperkecil kemungkinan adanya postingan yang tenggelam. Ini sepertinya bagus untuk orang-orang yang suka ngefollow banyak akun dengan berbagai jenis seperti saya, sehingga saya tidak perlu lagi membuat akun Instagram lain karena takut bakal ada postingan yang tenggelam atau tidak muncul di timeline. Dan juga harus berlaku untuk story instagram, jadi saat kita klik kelompok 'Teman', hanya story-story instagram temanlah yang hanya muncul dibagian atas dan tidak bercampur dengan akun-akun lainnya.

 

Semoga saja kelak Instagram meluncurkan fitur seperti ini, ya.

Minggu, 13 Mei 2018

PENGALAMAN BELI BUKU DI GROBMART.COM

Ini bukan pertamakalinya aku beli buku secara online, sebelumnya aku udah pernah beli buku lewat aplikasi Bukalapak, sebenarnya waktu itu cuma iseng-iseng ajasih nyari nyari buku, tapi tiba-tiba jadinya aku pengen beli buku yang murah gitu, tapi bukan yang bajakan yaa. Maksudnya, rata-rata kan kalau ada buku yang dicetak ulang dengan cover baru, biasanya harga buku yang versi cover lama nya bisa jadi lebih murah. Yaudah deh, aku nemu sebuah buku incaranku dengan harga yang cukup murah.

Mengenai tentang grobmart.com, aku mengetahui situs ini sejak aku suka ngefollow akun akun bookstagram gitu, mereka suka ngeshare hal-hal tentang buku, termasuk akun-akun instagram yang menjual buku-buku, dan akhirnya aku jumpa deh sama akun ig nya grobmart (@grobmart) beserta website nya (grobmart.com).

Tampilan Ig nya Grobmart


Tampilan Website nya Grobmart

Aku pernah hampir membeli buku di website ini, waktu itu sedang Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional), dan grobmart.com mengadakan promo diskon 50% untuk semua buku dan gratis ongkir tanpa minimum pembelian. Siapa yang nggak tertarik cobaa. Apalagi aku sedang semangat-semangatnya mencari buku-buku wishlistku dengan harga murah hahaha. Akhirnya aku langsung nyari-nyari buku yang aku inginkan, masukin ke keranjang belanja, dan langsung mengikuti step-step yang ada hingga ke step pembayaran. Nah, aku tinggal bayar ajanih, aku milihnya via transfer, karena kalau ke kotaku nggak bisa COD. Waktu itu sistem COD hanya baru berlaku di pulau jawa saja. Kemudian aku langsung ngecek saldo atm ku lewat M-Banking, dan alangkah terkejutnya aku ketika mendapati bahwa saldoku tidak cukup buat transfer. Perasaan, beberapa menit yang lalu masih semangat-semangatnya pengen beli buku, dengan pede nya ngerasa bahwa saldo di atm masih cukup buat beli buku. Eh pas di cek, ternyata ga cukup:)) 

Gapapa.

Gapapa.

Gapapa.

Mungkin lain kali.

Akhirnya aku gajadi deh beli buku di grobmart.com, selamat tinggal diskon 50% dan gratis ongkir:")

Ceritanya belum selesai nih, masih ada lanjutannya. Beberapa minggu kemudian, sebuah akun instagram ber-ussername-kan @BookishJournal mengadakan giveaway sebagai event pembukaan website mereka yang beralamatkan di bookishjournal.com. Hadiahnya berupa voucher belanja di website grobmart untuk 2 orang senilai 100.000 dan 75.000. Ternyata bookishjournal ini juga bagian atau juga bekerjasama dengan grobmart.com, makanya hadiahnya berupa voucher untuk beli buku di web nya grobmart. Aku jadi pengen ikutan dong yaa, akhirnya aku ikutan dengan mengikuti semua persyaratan yang ada. Pengennya sih menang, tapi kalau nggak menang ya nggak apa apa, berarti bukan rejeki kan yaa.

Beberapa hari setelah event giveawaynya tutup, mereka langsung ngumumin pemenangnya lewat instastory, dan........ Ternyata aku menang yeay! Aku inget banget, waktu itu aku nerima notifikasi bahwa aku menang, tapi aku nggak bisa buka instagram karena lagi di area kampus dan susah sinyal. Akhirnya aku minjem henpon temenku yang pakai kartu sim yang sinyalnya lumayan, buat buka instagram, dan ternyata aku emang menang giveawaynya bookishjournal dan dapetin voucher yang 75.000. Mungkin bagi sebagian orang, apalah arti voucher 75.000, tapi bagi aku yang lagi bokek ini, itu merupakan rejekiii banget. Lumayan bisa beli 1 novel. Terimakasih bookishjournal udah milih aku sebagai pemenang:")

Aku langsung mikir-mikir dong, voucher ini mau dibelikan buku apa. Aku langsung buka website grobmart dan langsung nyari-nyari buku. Oiya, inget kan kalau saldo atm ku lagi kritis-kritisnya, cuma ada beberapa ribu. Akhirnya aku harus memutuskan bahwa dengan voucher 75.000 itu, aku harus bisa beli buku, tapi harus bisa sekalian buat bayar ongkir HAHAHA:( Akhirnya pilihanku jatuh kepada sebuah buku yang judulnya Nemesis serta sebuah buku lainnya yang udah jadi wishlist sejak lama yaitu 'The Boy Sherlock Holmes - Vanishing Girl', yang The Boy Sherlock Holmes - Vanishing Girl itu adalah buku ke-3 nya dari seri 'The Boy Sherlock Holmes', aku dapet buku yang ke-1 dan 2 nya dari event cuci gudangnya gramedia, waktu itu buku ke-3 nya juga ada di event itu, tapi aku mikirnya 'Yang 3 nanti ajalah belinya pas ada event cuci gudang lagi'. Tapi setelah aku cari-cari lagi di setiap event cuci gudangnya gramedia, novelnya udah ga ada lagi. Dan pada saat menemukan buku ini di situs grobmart, aku pastinya seneng banget dong yaa, dan langsung masukin ke keranjang belanja. Ternyata setelah di total beserta ongkir, totalnya adalah 75.400, lebih 400 rupiah masih bisa aku talangin. Akhirnya aku transfer cuma 400 rupiah saja.

Karena kedua buku yang aku beli itu statusnya adalah 'Gudang Penerbit', aku mendapat email bahwa buku berstatus Gudang Penerbit akan diproses dalam 5 - 7 hari kerja (Sabtu, Minggu, dan tanggal merah tidak dihitung). Oke gapapa lah ya, cuma seminggu kok.

Setelah seminggu kemudian, aku mendapat email lagi yang berisikan bahwa status orderanku menjadi 'Refund' dikarenakan setelah di cek ke gudang penerbit buku yang di pesan tidak tersedia. Hiks, agak sedih sih, karena novel The Boy Sherlock Holmes incaranku sudah tidak ada digudang penerbitnya lagi. Mungkin sudah tidak di cetak ulang. Grobmart.com menawarkan refund dalam bentuk kupon atau melalui transfer bank, dan aku memilih refund dalam bentuk kupon, waktu itu aku jadi suka nanya nanya ke cs nya mengenai refund ini, mengenai kapan bisa direfund, dan aku suka banget sama cs nya karena selalu super sabar dalam menjawab pertanyaan-pertanyaanku hehehe. Proses refundnya ternyata enggak lama, kira kira satu atau dua hari kemudian, aku kembali mendapat email berisi kode kupon senilai 75.400 yang bisa aku gunakan lagi untuk berbelanja di grobmart.com.

Mungkin aku harus mencari buku lain yak. Kalau bisa yang statusnya 'Stok Tersedia' biar gak capek nunggu seminggu wkwk. Setelah proses refund itu, aku belum menggunakan kupon itu lagi hingga kira-kira dua bulan kemudian. Aku baru semangat buat menggunakan kupon itu lagi saat aku menerima email dari grobmart yang memberitahukan bahwa mereka sedang mengadakan diskon 30% untuk semua buku-buku di website mereka! Diskon 30% agak lumayanlah yaa, akhirnya aku kembali membuka website grobmart untuk mencari-cari novel yang harganya itu kalau bisa tidak melebihi 72.000 HAHAHA. Kenapa 72.000? Karena grobmart menyediakan subsidi ongkir untuk kota-kota tertentu di Indonesia, dan kotaku termasuk yang mendapat subsidi ongkir, sehingga aku cuma bayar 3000 ajadeh buat ongkirnya dengan estimasi barang sampai yaitu 3-5 hari. Jujur, aku seneng banget dengan adanya pilihan ongkir 3000 ini, karena meringankan banget bagi aku. Mengenai estimasi hari barangnya sampai, aku sih gak masalah, yang penting buku nya sampai.

Sebelumnya, aku udah berencana buat beli 'The Cuckoo's Calling', tapi setelah baca-baca review di goodreads, aku jadi urung buat beli novel itu. Ada saat-saat aku menjadi sakit kepala untuk memutuskan novel apa yang mau aku beli. Soalnya, novel yang aku inginkan itu banyak sekali, dan yang bisa aku beli saat itu paling-paling hanya satu buah saja.

Akhirnya, setelah bolak-balik google-goodreads, aku akhirnya membeli buku The Martian. Buku tentang luar angkasa.

Hmm, btw, besok besok kalau aku beli buku, akau gamau lagi baca baca pendapat orang-orang di goodreads, misalnya mereka ngasih pendapat negatif atau kurang suka terhadap suatu buku, tapi itukan pendapat mereka. Aku, yang belum membaca buku tesebut, kali aja berpendapat lain. Yakaaaaan.

Kebetulan buku The Martian ini statusnya adalah 'Stok Tersedia', dan aku gaperlu nunggu seminggu deh. Akhirnya aku pesan novelnya, dan total harga buku plus ongkir yang harus aku bayar adalah kurang dari 75.000. Beberapa hari kemudian, aku mendapatkan email bahwa paketku akan diantar dengan menggunakan ekspedisi 'Ninja Ekspress'. Aku nggak tahu kalau di kota ku ada nama ekspedisi itu, langsung aja aku langsung cek di google dan ternyata memang ada. Tapi, aku ngerasa agak deg-deg an juga sih, soalnya selama ini gapernah pakai ekspedisi ini (btw, kalau pakai ongkir yang 3000, kita gabisa milih pake ekspedisi apa, orang grobmart nya lah yang menentukan paket kita akan dikirim dengan menggunakan ekspedisi apa). Tapi, aku agak sedikit tenang karena pihak grobmart juga memberikan no resi supaya kita mudah melacaknya. Btw, sistem pelacakan di web nya Ninja Ekspress ini agak terlihat kurang detail menurutku, ini penampakannya:


Gitu doang tampilannya. Mungkin sesuai dengan namanya 'Ninja Ekspress' kali ya, soalnya kalau ninja kan saat bergerak atau berpindah dari suatu tempat ke tempat lain, cepat gitu, saking cepatnya jadi gak keliatan wkwk. Oiya, sebelum paketku diantar kerumah, aku ada dapet semacam pesan WA gitu yang mengatakan bahwa paketku bakal diantar:

Udah agak deg-deg an lagi, soalnya takut kurirnya ga nemu rumahku wkwk. Soalnya, rumahku letaknya agak di dalam gang gang gitu. Waktu itu pernah ada kurir dari ekspedisi lain yang gak nemu rumahku, dan kurirnya nelfon ke nomerku saat aku lagi kuliah, alhasil ga kejawab kan, akhirnya keesokan harinya kurirnya nyuruh jemput aja paketnya di kantor mereka, soalnya biasanya aku pake JNE, dan Alhamdulillah kurir JNE selalu nemu rumahku.

WA tersebut aku terima sekitar jam setengah sepuluh pagi. Nggak lama kemudian kurirnya dateng.

Ini adalah penampakan paket yang aku tunggu-tunggu:


Akhirnya, buku yang pertamakali aku beli di situs grobmart adalah 'The Martian', setelah ber-drama setelah berbulan bulan, dari buku yang tidak ada lagi di gudang penerbit, proses refund, hingga deg-deg an saat nunggu paketnya datang, bener-bener drama wkwk.

Tapi intinya, aku puas berbelanja di grobmart karena:
1. Kalau ada pertanyaan mengenai seputar pesanan, kita tinggal langsung ngirim email aja ke CS nya, dan akan dijawab kira kira sehari kemudian.
2. Kotaku dapet subsidi ongkir, sehingga cuma bayar 3000 doang, yang biasanya aku harus bayar 25.000 :")
3. Dan yang bikin aku puas dan senang banget adalah, sekarang grobmart udah nyediain sistem COD untuk  kota ku. Jadi, kalau aku beli buku, aku tinggal bayar saat buku nya datang. Ini berguna banget, karena biasanya isi saldo atm ku itu lebih sering nggak ada hahaha. Mau nabung dulu ke bank, bank nya jauh :[

Btw, tulisan ini hanya sekedar berbagi pengalaman dan cerita. Tidak bekerjasama dengan pihak manapun. Aku hanya ingin berbagi kesenangan saat berbelanja lewat situs grobmart.com dan menceritakan drama-drama kecil yang terjadi xD


UPDATE 16 Agustus 2019
Hallo! Aku kembali ingin mengupdate kabar terbaru seputar ongkir di Grobmart yang bikin aku seneng banget itu. Kemarin aku iseng check out di Grobmart.com, dan saat melihat bagian ongkos kirim, ternyata pilihan ongkir 3000 untuk daerah luar pulau jawa sudah tidak ada lagi. Sedih bangeeeet.


Hanya ada satu pilihan metode pengiriman. Dan untuk ongkir ke kotaku dikenakan Rp. 24.800. Ini memang jumlah ongkir yang biasa dikenakan kalau menggunakan ekspedisi pengiriman seperti JNE, J&T dan sebagainya. Agak kecewa sih, soalnya kalau ada diskon besar besaran gitu di Grobmart, kadang malah gedean ongkirnya daripada harga bukunya wkwk. Tapi yasudahlah ya, pihak Grobmart pasti punya alasan mengapa mereka meniadakan ongkir 3000 tersebut bagi area di luar pulau jawa. Tapi harapanku sih, semoga mereka kembali mengadakan metode pengiriman dengan biaya pengiriman 3000. Sesekali aja gapapa kok :")